Selamat datang
Senin, 27 September 2010
Jika Preman Mencari Status Mahasiswa
Sabtu, 25 September 2010
Energi Alam Buat Orang Yang Shalat
Dalam buku kuno cina telah mengunkapkan beberapa periode alam dalam waktu 24 jam, disana disebutkan bahwa ada hubungan antara manusia dengan alam sekitar, melalui 5 waktu, yang sama periode dengan waktu shalat. Para ilmuan muslim cina menyebutkan bahwa melalui waktu shalat lima tnetapkan waktu-waktu shalat menjadi lima waktu, yaitu sebagai berikut:
1. Pada saat dhuhur sekitar jam 12.00 siang sampai siang ada energi api yang keluar sampai sore dengan khasiat untuk mengobati jantung dan ginjal.
2. Pada Saat shalat Ashar ada siklus dari panas ke dingin, mereka menyebutnya therapy kandung kemih, secara ilmiah ternyata gerakan pada saat ini memisahkan zat-zat kimia yang beracun.
3. Pada saat melakukan shalat magrib yaitu sekitar jam 18.00 ada energy air yang keluar yang berguna untuk teraphy ginjal.
4. Pada saat shalat isya yaitu ketika mega merah hilang , mereka menyebutnya sebagai therapy menghilangka kelebihan energy.
5. Pada saat-saat kita melakukan istirahat yaitu sekita pukul 23.00 ada energy kayu yang akan menghancurkan racun-racun yang ada dibadan kita dan otak kita.
6. Sekitar jam 2.00 pagi otak dibersihkan oleh energi kayu dan selanjutnya Allah swt, menyediakan untuk shalat tahajjud pada sepertiga malam. Seorang ilmuan jerman telah membuktikan hasil penelitian dari dari seorang guru besar Universitas Airlangga Prof .Dr. Sholeh yang menyebutkan bahwa seorang yang melakukan shalat tahjjud secara teratur dan continu akan membantu orang tersebut tercegah dari penyakit kanker , infeksi, serta stress berlebihan, oleh sebab itu jika orang melakukan shalat tahajjud secara teratur akan menghasilkan energi fositif dari dalam dirinya, energi udara keluar pada saat jam 2.00 pagi.
7. Jam 3.00 energi logam akan menerapi kita.
8. Jam 6.00 bagi yang melakukan shalat dhuha akan mendapatkan terapi pencernaan.
Dalam setiap gerakan di atas para ilmuan cina menyebutnya gerakan suprayoga karena energi itu masuk ke syarag tangan kita, dan cara yang paling tepat menangkapnya adalah ketika mengankat tangkan waktu melakukan takbir, maupun ketika bangun dari ruku (waktu i'tidal), disitulah energi masuk. Inilah syariat yang meneraphy kita, semoga Allah memberi petunjuk kepada kita untuk melakukan syariatnya.
Kamis, 23 September 2010
Perbedaan Mahasiswa dulu dengan Mahasiswa Sekarang
Yang berubah adalah krakter mahasiswa, mahasiswa dahulu sangat lengket dengan krakter keilmuan, sehingga ke mana-mana mereka membawa buku dan pulpen, ya pulpen di tangan kanan buku ditangan kiri, mereka sangat dihormati oleh masyarakat, sekarang ini karkater itu sudah mulai hilang, mahasiswa sekarang ditangan kanan ada HP, tapi sering lupa bawa buku dan pulpen, satu lagi mereka sudah memiliki fasilitas yang lengkap dengan laptop yang selalu menyertainya. bahkan ada yang lebih aneh masuk kampus dengan membawa parang panjang dan badik, sepertinya mereka mau ke kampus membabat hutan, suatu prilaku kampungan yang di bawa dari kampung, mungkin mereka masih ingat ketika mau ke kebun.
Yang menyakitkan karena mereka sudah tidak dapat menghormati dosennya. Mahasiswa dulu ketika ketemu dosen begitu segan dan hormat dan itu dilakukan dengan sepenuh hati tidak di buat-buat, mahasiswa sekarang tetap hormat tetapi itu dilakukan ketika dosennya ada di depan bahkan ada yang mencium tangan dosennya, tapi itu hanya sebuah kamurflase, karenak ketika mereka diberi nasehat mereka tidak mau menerima. Prilaku-prilaku inilah yang mengakibatkan masyarakat tidak lagi terlalu hormat kepada mahasiswa, bahkan dulu ketika ada perkelahian sering masyarkat mengatakan eh jangan berkelahi kamu ini kayak tukang becak aja, sekarang justru tukang becak mengatkan jangan suka berkelahi kayak mahasiswa saja. Ini menandakan betapa mahasiswa sekarang sangat dekat dengan dunia anarkis. Biasanya mahasiswa yang sering membuat ula dikampus adalah mahasiswa-mahasiswa yang sudah karatan alias mahasiswa abadi, mereka hanya ingin menyandang titel mahasiswa, tetapi mengikuti proses yang ada di kampus mereka tidak melakukannya, bahkan cendrung mereka menghindar, ini mungkin penyebabnya karena mereka meman tidak memiliki bakat untuk menjadi mahasiswa, hanya karena dorongan orang tua atau karena hanya ikut-ikutan. Seharusnya meman tidak boleh semuanya menjadi mahasiswa, hanya orang-orang yang meman memiliki kemampuan, karena kalau tidak begitu maka mereka hanya membuang-buang waktu, tenaga dan pengorbanan orang tua sia-sia.
Rabu, 22 September 2010
Nila Setitik Merusak Susu Sebelanga
Gambaran inilah yang menunjukkan betapa ketika sesorang melakukan kesalahan atau perbuatan dosa maka biasanya kebaikan yang selama ini ditaburkan dapat terbaikan atau terlupakan bahkan tidak tidak perhitungkan orang , yang teringat hanyalah kesalahan orang itu. Beitupula apabila ada oknum dalam suatu korps atau kelompok masyarakat melakukan kesalahan atau membuat onar , maka biasa lalu kemudian masyarakat memukul rata bahwa korps atau masyarakat itu sudah rusak, pada hal tidak semua anggota korps atau kelompok masyarakat itu rusak, mungkin masih lebih banyak yang baik dibanding dengan yang sering melakukan kejahatan atau kerusakan. Contoh jika ada oknum tentara atau polisi yang melakukan kejahatan masyarakat lalu mencap bahwa tentara atau polisi tidak baik, padahal masih lebih banyak polisis atau tentara yang baik, jika ada anggota DPR yang melakukan kesalahan lalu kemudian masyarakat mengatakan anggota DPR itu jelek, padahal masih lebih banyak anggota DPR yang memang berjuang untuk kepentingan masyarakat dari pada untuk kepentingan diri dan keluarga atau partainya.
Nasib ini pula yang dialami oleh para Mahasiswa Makassar, mulai dari S1 sampai S3 , secara keseluruhan mereka sudah dicap kurang beradab, cendrung anarchis sehingga sudah banyak isntansi-instansi baik negeri maupun swasta yang tidak mau lagi menerima Alumni dari perguruan tinggi di Makassar, padahal hanya segelintir mungkin mahasiswa yang anarkis atau kurang beradab itupun biasanya hanya terprovokasi dengan orang-orang yang memiliki keinginan untuk mengacaukan kampus-kampus yang sangat berperan mencetak generasi akan menjadi sumber daya manusia yang kelak sangat di tunggu oleh negaranya.
Kalau ini adalah semacam hukuman dari masyarakat, kepada sekelompok masyarakat atau korps maka kita tidak boleh juga kita mengatakan masyarakat salah, karena begitulah sunnatullah. Ini pula yang pernah di keluhkan oleh Nabiullah Sulaiman As, “ Ya Allah mengapa jika engkau menghukum suatu kaum semuanya kena, padahal ada di antara mereka orang-orang yang baik., Lalu Nabiullah Sulaimana disuruh oleh Allah beridir di dalam semak-semak, tidak lama kemudia mulailah naik semut-semut ke betis Nabi Sulaiman, begitu ada yang menggigit maka semua semut yang naik ke betis Nabi Sulaiman di sapu, lalu Allah menegur eh seulaiman mengapa kau sapu semua padahal tidak semua menggigitmu,begitulah aku kata Allah.
Disinilah pentingnya kita saling menasehati, saling menjaga agar tidak cendrung melakukan kejahatan karena ketika ada diantara kita melakukan kejahatan diantara kita maka yang akan menerima akibatnya bukan saja orang yang melakukannya, tetapi semuanya kena.
Firmana Allah:
“Takutlah Engkau akan azab Allah yang tidak hanya akan ditimpakan kepada orang zalim saja di antara kamu”
Selasa, 21 September 2010
Makna Badik Bagi Orang Makassar-Bugis

Setiap suku di Indonesia memiliki senjata yang dimiliki secara turun temurun, dan itu dipelihara bahkan ada sebagian yang sangat dihormati dan bahkan dikeratmatkan, sehingga memiliki nilai tersendiri bagi masyarakatnya, Misalnya keris bagi orang jawa, rencong bagi orang Aceh, celurit bagi orang batak, badik bagi orang Makassar-Bugis, dan lain-lain.
Bagi Orang bugis-Makassar, badik adalah suatu kehormatan, bahkan dianggap tidak menjadi laki-laki dirinya kalau tidak dengan badik bahkan badik dianggap pendamping hidup. Karena itu badik bagi orang bugis- Makassar, bukan sekedar gagahan atau digunakan tidak pada tempatnya, apalagi jika sembarang dipakai atau digunakan. Bagi orang Makassar, ketika badik sudah tercabut dari banuanna, itu berarti kehormatan sudah diambang batas, artinya tidak ada lagi jalan lain yang dapat di tempuh, sehingga ketika badik keluar dari sarungnya itu berarti sudah pertarungan antara hidup dan mati, karena itu menyankut sirik yang harus dipertahankan.
Nilai inilah yang tidak lagi dipahami oleh sebagian anak-anak muda bugis-Makassar sekarang, banyak diantara mereka hanya karena persoalan sedikit saja badik sudah keluar dari banuanna (sarungnya), padahal mungkin masih ada jalan lain yang dapat ditempuh. Kembalikanlah makna badik itu kepada makna filosopinya.
Senin, 20 September 2010
PESANTREN MABA UNISMUH MAKASSAR 2010 DIMULAI
Berfikir Positiflah
Sepasang pengantin baru, pertama kali tidur bersama dalam kamar, tiba-tiba ada suara yang sangat mengganggu mertuanya dari luar kamar yang memang sedang memperhatikan apa yang sedang terjadi di dalam kamar pengantin baru, bunyi suara itu kira-kira begini:
"Dik pasang sayang" terdengar suara pengantin laki-laki
" tunggu dulu kan" ujar sang pengantin perempuan,
" ah lama sekali sayang pasang saja" ujar pengantin laki-laki
Mertua semakin penasaran, apalagi setelah mendengar dialog berikut
" ah sempit kan, ujar pengantin perempuan
" saya dorong ya? ujar pengantin laki-laki
"ah pelan kan, sakit" ujar pengantin perempuan
" Ya tahan sedikit lagi masuk" ujar pengantin laki-laki
" Aduh Kan sakit , eh berdarah ban, sahut pengantin perempuan
Alhamdulillah akhir masuk juga,
Barulah mertua mengurut dada, akhirnya selesai juga perjuangan pertama anak kita.
Keeskona harinya, ia melihat cicin yang agak sempit dijari anak perempuannya, lalu ia bertanya dari mana cincin itu , anaknya menjawab itulah cincin yang dipasang tadi malam suaminya dijarinya, agak sempit sehingga suaminya disuruh memasukkan perlahan-lahan karena sakit, maka maklumlah ia apa yang terjadi semalam.